Seutas kata yang terucap dari Bibir salah satu siswa yang meninggalkan menjadi judul postingan kali ini. Yah, Betul! Peristiwa yang terjadi setiap tahunnya di SMP Negeri 6 Unggulan Pangsid ini di adakan kembali sebagai suatu tempat silaturahmi para siswa dan guru serta orang tua siswa.
Namun, Peristiwa yang sakral ini berbeda dengan tahun kemarin yang pelaksanaannya hanya dilangsungkan pada saat upacara saja. Kali ini berbeda, pelaksanaannya dilaksanakan secara meriah dan penuh haru serta tangis antara guru dan siswa yang meninggalkan atau kelas IX yang Telah berjuang melewati Ujian Nasional dan belajar di SMP Negeri 6 Pangsid selama tiga Tahun lamanya. Selama tiga tahun tersebut, siswa kelas IX melewati hari-harinya di Sekolah ini, canda, tawa, tangis tidak akan terlupakan bagi para guru dan pegawai serta siswa-siswa.
















Presiden ketiga Republik
Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi
Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari
delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti
Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie
pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham
Akbar dan Thareq Kemal. Masa kecil Habibie dilalui bersama
saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas berpegang
pada prinsip telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang
punya kegemaran menunggang kuda dan membaca ini dikenal sangat cerdas
ketika masih menduduki sekolah dasar, namun ia harus kehilangan bapaknya
yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan
jantung saat ia sedang shalat Isya.